Kamis, 24 April 2008

Ayah.

Hai…
Ok, kemarin, disela-sela belajar dan baca novel ;p. Tiba-tiba saja saya pengen banget nulis. 

Tentang Ayah, Papa, Bapak.

Iya sih, sedikit banyaknya gara-gara apa yang saya baca. Saya emang cewe melankolis, konvensional. Masih beranggapan semua akan baik-baik saja pada akhirnya. Masih menggangap keluarga adalah diatas segalanya. Novel yang saya baca ini punya tokoh utama seorang lelaki, bukan seperti novel yang lain yang seringkali memasang wanita sebagai pemeran utama. Lelaki yang mempunyai seorang ayah yang kuat, hebat, veteran perang yang mampu mengerjakan semuanya. Pahlawan bagi keluarga.


Papa…. Mungkin selama ini saya g tahu sebenernya berapa besar sayang saya buat papa. Apakah seperti sayang saya terhadap mama? Kurangkah? Atau malah lebih?? Selama ini saya akui emang g begitu akrab sama papa, g sedeket adek yang sering pergi berdua dengan beliau, beli es krim, kadang Cuma muter-muter naik motor berdua, atau mancing bareng. Tapi yang jelas saya sayang, hormat, cinta sama papa. Saat nulis ini saya nangis. G tahu apa yang saya tangisi.


Ada beberapa hal yang bikin saya kecewa sama papa, bukan hal yang besar sih. Dan cuma kadang-kadang aja perasaan itu muncul. Saya tahu papa udah berusaha, berusaha banget menjadi kepala keluarga, pahlawan dan pelindung kami. Saya tahu usaha yang dilakukannya bukan cuma usaha yang itu-itu aja. Betapapun, disaat saya marah dan timbul benci (dan akhirnya saya tahu betapa bodohnya saya bisa punya perasaan itu) saya baru tahu, pada akhirnya kalo saya g bisa membiarkan pemikiran saya terhadap papa, ayah yang sempurna itu salah. Tidak sepenuhnya salah juga, kadang saya lupa kalo papa juga manusia, saya pikir beliau adalah superman yang selalu ada saat saya butuhkan, saat saya takut akan hal-hal g mutu yang dulu beneran bikin saya brani buka mata.
Saya malu, beneran saya malu mengungkapkan perasaan saya langsung ke papa. Ga seperti mama, yang dengan gampangnya saya cium pipi, dengan santainya saya gelendotin, saya puji dengan ucapan sayang. Saya selalu saja segan. Suasana yang menurut saya lumayan dekat dengan beliau cuma ada 2 kali dalam setahun. Pertama pas lebaran, ketika sungkem dan minta maaf, saya tahu banget papa sangat sangat sayang sama kami, anak-anaknya. Kedua adalah pada saat hari ulang tahunnya. Yang baru aja saya pikir penting ketika saya jauh dari beliau. Dulu, saat masih dirumah, ada tidaknya papa bukan suatu hal yang berarti (walau tiap malam, kalo papa belum pulang, sering saya g bisa tidur, dan bener2 merasa aman saat ada suara papa ngunci pintu depan ;p), ulang tahunnya pun begitu. Mungkin juga gara-gara papa g begitu mengganggap hari ulang tahunnya adalah hari yang lebih penting dari pada hari ulang tahun anaknya, hari ngambil rapot, ataupun hari ketika anaknya ikut lomba ini-itu. Dan saat saya telpon di pagi hari, dengan malu-malu papa cuma bilang terimakasih, dan pesan-pesan standart “jangan lupa sholat, banyak doa, dan belajar” . Sesederhana itu, tapi berarti banyak untuk kehidupan saya yang kini jauh dari beliau.
Oh, papa…
Baru kali ini saya benar-benar merindukanmu…
Love you Pah, always…

Selasa, 22 April 2008

Aku cantik…. Aku menarik


Judul di atas dibaca dengan intonasi Cinta Laura, dengan bibir agak dimonyong-monyongin dikit, mata kedip-kedip, bahu goyang-goyang
Hehehheheeee,
Sabtu, 1 minggu yang lalu, saya ikut seminar. Judulnya ‘SILICON’, seminar tentang kecantikan lah. Penasaran akan berbagai macam kosmetik yang banyak banget tawarannya. Pengen tahu seberapa amannya kosmetik itu untuk digunakan.
Ok, walau judulnya silicon, g semua yang di bahas melulu masalah silicon cair ( yang bikin muka emak-emak bukannya jadi cantik, tapi malah kliatan kek banci kaleng itu), tapi juga tentang bedah plastic sebagai sarana mempercantik diri yang amam (walaupun mahal), kerancuan vitamin C megadosis yang saat ini banyak beredar, sampai gimana peredaran kosmetik di Indonesia. Ikut seminar ini banyak manfaatnya deh, g rugi saia dateng dewean ;p
C.A.N.T.I.K.
Apa sih sebenernya cantik itu..??
Definisi cantik menurut KBBI diartikan sebagai indah, elok, rupawan, atau bentuk, rupa dan lainnya tampak serasi
Masih bingung? Saya juga begitu. 
Definisi dari kamus besar ini g ada gunanya buat saya,
(thx to Mr. Einstein) sebasi-basinya bahasan tentang cantik yaitu “cantik itu relatif” (inget pacar waktu bilang kyk gini..?? hehehehehee..). Karena pada dasarnya cantik adalah suatu representasi dari pemikiran seseorang. Cantik juga berkembang sesuai jaman. Contohnya, awal abad 20an di India, wanita yang didefinisikan cantik adalah mereka-mereka yang berbadan subur, pinggul gedhe. Karena bagi mereka, bentuk badan seperti itu adalah cermin dari kesuburan wanita. Dan wanita yang mampu menghasilkan anak adalah wanita yang cantik. 
Nah lo, mungkin seperti pepatah jawa, banyak anka banyak rejeki ya? 
Ada juga sebuah suku di Afrika (saya lupa namanya) yang mendefinisikan wanita cantik sebagai wanita yang beribir tebel, punya anting gedhe sehingga lubang tindikannya lebar banget, sampe ada yang extreme, mentatto badannya dengan motif macam2, karena itu tadi, bagi mereka hal itulah yang mereka sebut cantik.

Fenomena yang muncul abad 21 ini berawal dari tahun 60an, ketika ada model kurus kerempeng tipis dari Inggris bernama Twiggy (sumpah, pas liat fotonya di majalah saya yakin tuh orang SAKIT!!). Badan dengan ukuran nol, yang kata desainer2 adalah badan yang berproporsi paling bagus. Nah, karena kita hidup di jaman sekarang (bukan dizaman montok), tubuh bak Twiggy lah yang diinginkan. Ditambah lagi propaganda Barbie yang haduuuh, tiap kali saya pegang boneka itu, acapkali bikin saya minder dengan tubuh sempurnyanya. Tapi kalo dipikir-pikir, untuk mendapatkan tubuh dengan pinggang super langsing (saya cuma 62 cm) tapi berpayudara cup C (saya cuma B) mustahil kalo kita g melakukan berbagai macam diet+olahraga+operasi sana sini dan mengalami eating disorder.

Nah, selain itu, definisi (muka) yang cantik masih saja berkiblat pada dunya barat. Wanita yang cantik adalah yang berhidung mancung, bibir tipis, mata lebar, dan tentunya kulit yang seputih porselen. Yang berduit langsung aja, dikit-dikit operasi, benerin idunglah, dagulah, facelift, necklift. Pengen putih, suntuk putih, yang konon isinya cuma vitamin C. 
Yang pas-pasan pake cara murah meriah. Silicon cair. Yang, udah pada taukan akibatnya? 
Dagu, idung, pipi yang bentuknya jadi g karuan itu, (belum pernah liat?? Coba ke taman Lawang malem2 deh, hehehe…).
Tau g? kalo silicon cair yang dimasukkan itu akan berikatan dengan jaringan lemak yang ada dibawah kulit, yang lama-lama akan mengeras, yang bisa menimbulkan kanker? 
Kalopun ingin menghilangkan silicon ini juga susah. Karena udah berikatan dengan jaringan, jaringan yang sudah rusak juga harus dibuang. Jadi upaya untuk membersihkan wajah dari silicon cair tidak akan mungkin bisa hilang total 100%. 

Masalah vitamin C nih. Apa sih sebenernya kegunaan vitamin ini? Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen. Selain itu vitamin ini juga penting pada proses penyembuhan luka, perbaikan dan perawatan tulang rawan, tulang dan gigi. Vitamin C juga sebagai anti oksidan yang dapat menghambat sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Tapi yang perlu diketahui, berapa sih kebutuhan vitamin C kita? Tiap hari, tubuh memerlukan vitamin C 50-90mg. Bandingkan dengan minuman atapun suplemen yang beredar saat ini, yang mengandung vitamin C dengan dosis gila-gilaan. Rata2 mengklaim produk mereka mengandung 500-1000mg vitamin C. Berapa banyak vitamin C yang terbuang coba? Selain itu, vitamin C dosis tinggi yang dikonsumsi akan mengganggu kerja ginjal. Pada katabolismenya, asam askorbat diubah menjadi senyawa oksalat, yang dapat mengendap pada traktus urinarius. Trus asam oksalat ini, apabila ditambah dengan kasium susu akan menjadi kalsium oksalat, yang bisa menyebabkan terjadinya batu ginjal.

Oh iya, ntar lupa. Untuk mempercantik diri kita menggunakan apa yang disebut kosmetik kan? kosmetik ini BUKANlah berupa obat!! Karena kosmetik hanya boleh dipakai dipermukaan kulit, terbatas penyerapannya, dan tidak mempunyai efek sistemik. Jadi kalo suntik-suntik putih tadi, bukanlah suatu kosmetik, melainkan obat. Hati-hati ya teman, karena kosmetik yang beredar ini, walaupun punya ijin POM, tapi kewajiban pertangung jawaban hanya ada pada produsen, jadi kalo kenapa2 pada akhirnya hukum akan susah menjerat produsen yang merugikan, apalagi kalo produsennya agak ‘nakal’.

Duh, capek…
Ok, saya kasih point2 pentingnya aja ya?
1. Kosmetik tidak boleh mengandung obat, dan tidak punya efek sistemik
2. Obat pelangsing = gak ada (mengurangi nafsu makan, ati2 amphetamin ya? Pemakaian diuretic dan laxan, ati2 dehidrasi dan kehilangan zat gizi)
3. Semua yang memiliki efek baik, pasti punya efek samping!!!
4. Efek samping vitamin C mega dosis : gangguan GI (maag, diare), resiko batu ginjal, dapat mengubah metabolism obat, berkurangnya absorbs tembaga, aborsi, anomaly fetus. Selain itu, vitamin c yang injeksi akan mengakibatkan : peradangan vena, penipisan tulang, osteoarthritis, gangguan ginjal, alergi dan bisa menyebabkan kematian.
5. Operasi bedah plastic adalah cara yang sejauh ini aman untuk dilakukan
6. Basi sih, tapi cantik itu BBB (bukan bintang biasa?? ;p)
7. Semua wanita itu terlahir cantik.

Semoga bermanfaat!!
*dari berbagai sumber ;p